Sabtu, 18 Juli 2009

Dibatasi Sajadah...

Sajadah yang awalnya digunakan dengan tujuan sebagai pembatasan tempat shalat seseorang, sekarang sudah beralih fungsi **Paling gak itu menurut Gw**. Sajadah sudah menghalangi kita untuk merapat menyempurnakan shalat berjama'ah kita (LOH).

Setiap shalat di Mushala atau Masjid yang menggunakan sajadah hijau **Biasanya** bergambar, dan berpetak, Gw selalu merasa risih, kasihan dengan si sajadah yang disalah Gunakan. Dalam Shalat berjama'ah, Merapatkan dan meluruskan barisan bisa menyempurnakan shalat, tapi dengan adanya sajadah berpetak (Maksudnya udah ada batas2nya) itu, para jama'ah shalat gak mau merapatkan kakinya dan hanya berdiri didalam kotak/petak sajadahnya. Walhasil longgar2 deh tuh shaf.

Apakah kita harus memandang hal2 yang seharusnya membantu untuk menyempurnakan kegiatan (Shalat) kita menjadi sebuah aturan kaku yang malah membuat kita lupa akan adanya aturan lain yang lebih penting? Gw jadi inget Novel **sedikit** Kocak "The Da Peci Code", yang ngebahas tentang budaya-budaya yang dijadikan sebuah keharusan dalam segala kegiatan agama.

Ya Allah tunjukan mana yang benar, tuntun hamba-hamba mu yang miskin Ilmu ini. Allahuma Aamiin

0 komentar:

Poskan Komentar